Dieng Culture Festival 2018

10 Program Acara Dieng Culture Festival 2018 Yang Akan Membuat Kamu Terkesan

Dieng Culture Festival (DCF) adalah perhelatan event tahunan yang diadakan di kawasan wisata dataran tinggi Dieng dengan mengangkat kebudayaan Suku Dieng sebagai tema utamanya. Suku Dieng merupakan penduduk asli dataran tinggi Dieng yang memiliki keunikan yang khas dan tidak dimiliki oleh suku lainnya. Keunikan yang begitu melekat dan menjadi ciri-ciri khusus Suku Dieng adalah memiliki rambut gimbal pada usia anak-anak. Untuk menghilangkan gimbal dirambut tersebut harus dilakukan pemotongan rambut dengan cara khusus yang tidak sembarangan, yaitu dengan cara dilakukan ruwatan.

Ruwatan atau upacara ritual merupakan tradisi masyarakat Jawa yang bertujuan untuk menjaga seseorang supaya terhindar dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Meskipun jaman sudah semakin modern, namun keyakinan tersebut masih banyak dipercayai secara turun temurun oleh masyarakat kalangan tertentu di Indonesia khususnya Suku Jawa. Demikian juga dengan masyarakat suku Dieng. Mereka masih memiliki keyakinan akan ritual yang khusus diadakan untuk pemotongan rambut anak gimbal. Ritual tersebut dikemas oleh Kelompok Sadar Wisata desa Dieng Kulon dan Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara dalam wujud Festival Kebudayaan yang dihelat setiap tahunnya.

Dieng Culture Festival 2018 adalah perhelatan yang ke 9 kalinya setelah sukses pada tahun-tahun sebelumnya. Selalu ada rindu dibalik perayaan festival ini, terutama kerinduan akan keunikan dan tingkah laku si anak gimbal sebagai sosok terpenting atas suksesnya festival ini. Untuk perayaan yang ke 9 yang dihelat pada tahun ini, Dieng Culture Festival menghadirkan 10 Program Acara yang pastinya akan membuat kamu terkesan dan rindu akan hadirnya festival ini.
Berikut adalah 10 Progam Acara tersebut yang telah saya rangkum dan saya informasikan khusus buat kamu para Batrakers:

Pemotongan Rambut Gimbal

Pemotongan rambut gimbal menjadi acara puncak penyelenggaraan Dieng Culture Festival, dimana pada acara ini akan diadakan ritual pencukuran rambut gimbal yang dimiliki oleh anak-anak suku dieng. Di dataran tinggi Dieng sering kita jumpai anak kecil berambut gimbal yang konon merupakan keturunan dari Kyai Poledete. Kyai Poledete merupakan seorang ulama yang diyakini penyebar agama Islam yang pertama kali masuk ke dataran tinggi Dieng. Sebelum kehadiran sang kyai, masyarakat Dieng sebelumnya adalah pemeluk agama Hindu, dan keberadaan sang kyai mengubah keyakinan masyarakat Dieng menjadi masyarakat yang beragama Islam.

Anak berambut gimbal di dataran tinggi Dieng tidak boleh dicukur dengan cara sembarangan. Untuk mencukur rambut tersebut, harus diadakan ritual khusus yang dipercaya bertujuan untuk menghindari dampak buruk untuk anak dan keluarganya. Konon menurut cerita, jika anak rambut gimbal di cukur tanpa diadakan ritual terlebih dahulu, maka anak tersebut akan jatuh sakit dan keluarganyapun akan tertimpa musibah. Untuk itulah perlu diadakan ritual pemotongan rambut gimbal dan orang tua wajib mengabulkan apapun permintaan si anak sebelum dilangsungkan upacara ritual pemotongan rambut gimbal.

Festival Lampion

Festival Lampion adalah momen paling dinanti para muda mudi, karena kesan romantis akan timbul saat satu persatu lampion mulai diterbangkan. Kurang lebih 1000 lampion akan diterbangkan dari lokasi yang berbeda pada festival ini, yaitu di Lapangan Wheatleam Soeharto dan Komplek Candi Arjuna. Tanpa disadari kesan romantis akan timbul saat lampion mulai diterbangkan. Kelap kelip cahaya lampion akan memberi kesan tersendiri yang pastinya membuat jutaan pasang mata terpana melihatnya.

Festival Caping Gunung

Festival yang untuk pertama kalinya diadakan pada DCF 2017, karena antusias peserta dan masyarakat setempat begitu tinggi, maka festival ini kembali dihadirkan pada DCF tahun ini. Festival yang menggabungkan antara seni dan kreatifitas ini, memberikan pengalaman tersendiri bagi setiap peserta.

Festival Kembang Api

Spektakuler kembang api akan mewarnai dataran tinggi Dieng. Suasana malam yang meriah akan kamu nikmati dan pastinya suasana seperti ini akan kamu rindukan. Taburan dan dentuman kembang api terpancar ke seluruh penjuru area festival sehingga memberi kesan eksotis dan mengagumkan.

Jazz Atas Awan

Menikmati alunan musik Jazz dengan suasana yang berbeda akan kamu dapatkan di festival ini. Biasanya orang menikmati festival jazz di gedung kesenian maupun gedung serbaguna. Namun di festival ini kamu akan menikmatinya di alam terbuka dengan suasana malam berselimut awan (kabut). Untuk itulah festival ini dinamakan Jazz Atas Awan.

Festival Domba

Festival Domba akan dihadirkan pada rangkaian program acara Dieng Culture Festival 2018. Tujuan dihadirkan Festival Domba adalah untuk memperkenalkan jenis Domba Batur yang memiliki ciri khas unik dan tentunya berbeda dari Domba – Domba lainnya. Domba Batur Banjarnegara atau sering juga disebut dengan “DOMAS” merupakan salah satu jenis Domba unggulan yang dimiliki oleh Kota Banjarnegara. Ciri – ciri jenis Domba ini adalah memiliki postur tubuh yang lebih gemuk dan panjang, memiliki bobot hingga 140kg, berkaki lebih pendek dan kuat, tidak bertanduk dan warna bulu yang dominan yaitu putih diseluruh tubuh dan wajah.

Kirab Budaya

Kirab budaya akan menampilkan aneka kebudayaan dan kesenian khas masyarakat Dieng dan sekitarnya. Pada rangkaian acara ini, kamu akan mendapatkan pengalaman sekaligus pengetahuan akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat yang juga menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Bazzar produk kreatif/UKM

Aneka produk kreatif dan aneka makanan hasil olahan para UKM masyarakat setempat, akan di hadirkan pada Bazar Produk Dieng Culture Festival 2018. Kamu dapat membeli produk-produk tersebut untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan saat kamu kembali ke kota masing-masing.

Pentas Sendra Tari Rambut Gimbal

Pagelaran Sendra Tari Rambut Gimbal menjadi salah satu pagelaran budaya yang sayang untuk dilewatkan. Pada pagelaran Sendra Tari Rambut Gimbal DCF tahun ini, akan ditampilkan penari – penari berambut gimbal dengan kemasan gaya yang tertata dengan indah diiringi musik yang matching sehingga menampilkan perpaduan yang selarah dan indah untuk dinikmati.

Festival Tumpeng

Kehadiran Festival Tumpeng menjadi sesuatu yang baru dalam perhelatan Dieng Culture Festival tahun ini. Pada festival tahun ini, akan dihidangkan sekitar kurang lebih 50 tumpeng untuk dinikmati bersama seluruh peserta DCF. Sebelum dihidangkan, tumpeng – tumpeng tersebut akan di lombakan dengan dikirab terlebih dahulu mengelilingi desa. Selain dapat menikmati puluhan tumpeng, seluruh peserta yang hadir juga bisa turut serta menjadi juri untuk memberi penilaian terhadap tumpeng-tumpeng khas Dieng tersebut.

Selamat menantikan hadirnya Dieng Culture Festival 2018 yang akan dijadwalkan pada tanggal 3,4 dan 5 Agustus 2018. Happy Traveling..


Peta Lokasi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *