Mendaki Gunung

8 Hal Yang Membuat Kapok Saat Pertama Mendaki Gunung

Ibarat belajar bersepeda, ada dua kemungkinan yang akan terjadi setelah selesai belajar. Ada yang kapok karena sering terjatuh, ada juga yang merasa nyaman dan semakin tertantang. Demikian juga dengan kegiatan mendaki gunung. Sebagai pemula pasti kita pernah merasakan saat-saat dimana merasa kapok dan tak ingin lagi mendaki gunung. Meskipun telah menyatakan kapok dan tak ingin mendaki gunung lagi, banyak diantara kita yang masih tetap melakukan pendakian gunung kembali. Hal seperti ini lumrah terjadi dikalangan pendaki pemula.

Taukah kamu kesalahan-kesalahan apa saja yang mumbuat kamu kapok saat pertama kali mendaki sebuah gunung? Simak 8 Hal Yang Membuat Kapok Saat Pertama Mendaki berikut:

  1. Kurangnya Niat dan Tekad Dalam Hati

    Tekad yang kuat disertai dengan niat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, untuk itu janganlah sepelekan hal yang satu ini. Keragu-raguan akan membuat kita kurang focus juga kurang bersemangat. Jika kita merasa ragu dengan sesuatu yang hendak dikerjakan, sebaiknya berhentilah dan jangan lanjutkan. Karena jika kita menjalankan segala sesuatu dengan penuh keraguan pastilah akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik. Demikian juga dengan mendaki gunung, jika ragu sebaiknya batalkan saja, karena kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan ekstrim yang penuh resiko, jadi harus focus dan semangat dalam menjalaninya.

  2. Kurang Persiapan

    Ketika kita hendak mendaki gunung alangkah baiknya jika kita mempersiapkan fisik maupun mental dengan baik. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh resiko dan menguras banyak tenaga, untuk itu persiapkanlah diri kita dengan matang. Sebelum melakukan pendakian, ada baiknya minimal satu bulan sebelum pemberangkatan melakukan olah raga rutin setiap hari. Joging dipagi hari sangat disarankan, karena kondisi udara pagi masih sejuk dan segar, sehingga selain dapat melatih otot-otot di tubuh kita, juga dapan membantu suhu tubuh kita beradaptasi dengan suhu udara pegunungan yang cenderung lebih dingin.

  3. Salah Memilih Gunung

    Salah memilih gunung bisa dikatakan satu permasalahan utama dalam aktivitas pendakian. Sebagai pemula seharusnya kita memilih gunung yang jarak tempuhnya ringan sampai sedang. Jangan sampai kita salah pilih menempuh jalur pendakian gunung dengan jarak tempuh dan jalur pendakian yang ekstrim, hal tersebut bisa menyebabkan fisik kita kaget karena belum terbiasa. Kelelahan saat mendaki gunung bisa membahayakan tubuh kita, untuk itu pilihlah gunung dengan jalur yang landai sehingga bisa ditempuh dengan berjalan santai.

  4. Meremehkan Pendakian Gunung

    Jangan sekali-kali meremehkan kegiatan mendaki gunung, karena mendaki gunung membutuhkan skil khusus supaya bias berjalan dengan lancer dan bebas hambatan. Supaya kegiatan pendakian berjalan lancar kita harus melakukan reset terlebih dahulu mengenai situasi dan kondisi gunung yang hendak kita daki. Skil bersosial yang baik serta manajemen waktu yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjadikan kegiatan pendakian lebih lancar dan nyaman.

  5. Mendaki Di Musim Yang Salah

    Sebisa mungkin hindari kegiatan mendaki gunung saat musim penghujan. Karena saat musim hujan kondisi gunung sangat berbahaya, terlebih kita adalah pendaki pemula yang belum paham betul situasi dan kondisi gunung yang kita daki. Cuaca ekstrim dan kabut tebal kerap terjadi disetiap gunung, untuk itulah sebaiknya kita hindari mendaki gunung di musim ini. Nanti bukannya keindahan alam pegunungan yang kita jumpai malah hujan badai berselimut kabut yang kita dapatkan. Jangan sampai jerih payah kita sia-sia hanya karena mendaki gunung dimusim yang salah. Jika ingin mendapatkan view gunung yang indah memesona, pilihlah mendaki gunung di musim kemarau.

  6. Mendaki Dengan Teman Yang Salah

    Mungkin teman yang mendaki bersama kita adalah teman karib yang sangat bersahabat dengan kita saat nongkrong maupun jalan bareng. Namun belum tentu akan seperti itu saat mendaki gunung, karena saat mendaki gunung semua sifat asli teman-teman kita akan tampak nyata keluar dengan sendirinya. Saat-saat seperti ini, kamu akan tau mana teman yang benar-benar tulus bersahabat dengan kita, dan mana teman yang selama ini akrab dengan kita karena modus. Mereka yang egois akan tampak dengan jelas ke egoisannya, mereka yang pelit akan tampak dengan jelas sifat pelitnya, mereka yang serakah juga akan tampak jelas keserakahannya tanpa disadari dan tanpa dibuat-buat.

  7. Naik Gunung Karena Ajakan

    Sebenarnya kita tidak ada niat untuk mendaki gunung, tapi karena teman mengajak dan terus memaksa dengan segala rayuan akhirnya kita luluh dan mengiyakan ajakan tersebut. Karena kita gagal menolak akhirnya kita menjadi pendaki dadakan yang belum tau apa-apa dan belum punya persiapan apapun, sehingga saat mendaki kita jadi kurang siap dan tidak memenuhi persyaratan kegiatan mendaki. Hal tersebut akan membuat kita tidak nyaman dan kurang menikmati kegiatan pendakian tersebut.

  8. Mendaki Karena Mengikuti Tren

    Tidak semua tren bisa kita ikuti, karena tidak semua tren sesuai dengan diri kita. Kegiatan mendaki gunung memang saat ini sedang booming dan menjadi viral di dunia maya. Karena banyak pendaki yang mengunggah foto-foto dan video keren petualangan mereka saat mendaki gunung ke jejaring sosial yang mereka miliki. Tak jarang kita menjadi tergiur dan ingin seperti mereka, akhirnya kita termakan hasrat hati untuk mengunjungi gunung dengan tujuan ingin berswafoto seperti pendaki-pendaki tersebut. Setelah mendaki barulah kita menyadari bahwa kegiatan ini tidak cocok dengan dirikita yang jarang berolah raga apalagi mendaki gunung.

 

Itulah Delapan hal yang menjadi penyebab kenapa kita langsung kapok saat pertama kali mendaki gunung. Jadi bagaimana, apakah kamu masih ingin mendaki gunung? Jika kamu masih ingin mendaki gunung, jangan lupa persiapkan fisik dan mental kamu sebaik mungkin ya guys… supaya rencana mu bisa berjalan dengan lancar dan kamu pun bisa dengan nyaman menikmati kegiatan tersebut. Salam Backpacker Traveler


Peta Lokasi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *