Segarnya Udara Pagi Bukit Cikunir

Bukit Cikunir atau banyak orang bilang kalau bukit ini adalah negri di atas awan terletak di kawasan perbukitan pegunungan Dieng Banjarnegara, namun lokasi bukit ini sudah memasuki kota Wonosobo karena memang pegunungan Dieng terbagi menjadi 3 titik perbatasan yaitu Kabupaten Banjarnegara dibagian barat , Kabupaten Wonosobo di bagian timur serong selatan dan kabupaten batang dibagian utara serong timur.

Libur panjang adalah saat-saat yang paling dinanti begitupun juga dengan gw yang memang hoby banget sama yang namanya kelayapan alias ngebolang, dan lokasi ngebolang favorit gw adalah wisata alam seperti pegunungan Dieng ini salah satunya. Beberapa hari lalu gw ngebolang ke bukit Cikunir atau negri atas awan pegunungan Dieng, bersama anak-anak genk alumnus kampus tempat kami menuntut ilmu yang gak pernah salah bahkan sampai sekarang belom juga ketauan tuh si Ilmu salahnya apa, tapi herannya masih.. aja dituntut mulu hahahahaha….

Gw bersama rombongan absen aja satu persatu si Ulul (ibu Rt kita), Lias (ojah), Ginong (si ndutmbem), Alin (si pencari proyek), Gunce (si Bawel), dan Eikeu (si Nyitnyit) sengaja berangkat dari penginapan di pusat kota Banjarnegara (Pondok Arfathah alias rumah gw hahaha…) pagi-pagi buta tepatnya jam 3 pagi, berharap bisa dapetin momen yang pas untuk menikmati negri atas awan dengan pancaran Sunrise yang nampak secara perlahan dari balik gunung sindoro sumbing yang dihiasi dengan segerombol awan putih yang menggumpal mengelilingi gunung. Tapi begitu sampai lokasi.. jreng..jreng…. parkiran penuh banget sampai ke pintu gerbang utama Desa Sembungan sehingga membuat gw dan anak-anak geng harus berjalan kaki dengan jauhnya menuju punjak bukit cikunir alhasil sesampainya di puncak bukit :(( dah telat deh ga ketemu ama yang namanya sunrise selain itu emang agak mendung sih jadi yang bisa diliat cuma bukit terdekat dengan background kabut tebal heeemmmm kecewa ga ada indah-indahnya tapi lumayanlah masih bisa menghirup udara segar + narsis diatas bukit mayan bisa buat oleh-oleh😀

Dari pengalaman itu sepertinya lain kali kalau pingin berkunjung kembali ke bukit ini harus bener-bener memperhatikan cuaca biar ga merana pada ahirnya hehehe…. saat yang tepat untuk berkunjung kesini yaitu saat musim kemarau tiba karena saat kemarau sudah pasti ga ada ujan dan kabutpun tidak begitu tebal jadi bisa benar-benar menikmati indahnya negri atas awan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s